Welcome To www.adempiere.web.id

This blog is in Indonesian Language, to read in English please use google translate
-------------------------------------------------------------------------
Assalamu allaikum Wr Wb
Selamat datang di www.adempiere.web.id, tempat untuk berbagi informasi Komunitas ADempiere Indonesia , serta sharing informasi Software ERP (Enterprise Resource Planning)berbasis Opensource khususnya Adempiere / iDempiere dan OpenBravo. Semoga informasi yang ada di blog ini, bisa bermanfaat.
Wassalam
Agung Budi Santosa
.>>> [ BACK TO HOME ] <<<.

Tuesday, July 26, 2011

ADempiere Server Lambat?

Pertanyaan:
arfie said...
pak, saya mau tanya. Saya menggunakan aplikasi adempiere di server 2003 dan database adempiere di centos 5.3. Namun akhir-akhir ini sering sekali terjadi kasus dimana end-user selalu menunggu waktu yang lama hanya sekedar untuk meng-save laporan. setelah saya cek tidak ada yang aneh dalam sistem linux dan windows. Memori di kedua server tersebut masih tersisa sangat banyak. Kira-kira apa pak penyebabnya?

Terima Kasih pak atas jawabannya
Jawaban:

Mas Arfie, untuk menjawab pertanyaan anda secara akurat tentu diperlukan pengecekan secara lebih detil terhadap kondisi ADempiere server anda, jaringan dan lain sebagainya. Dengan asumsi ADempiere server anda tidak sedang bermasalah dan jaringan anda dalam kondisi baik dan wajar, maka ada beberapa hal yang perlu anda bisa lakukan diantaranya dengan meningkatkan kecepatan akses storage anda dengan menggunakan RAID (apabila belum), apabila sudah menggunakan RAID, anda bisa evaluasi dan bila mungkin gunakan metode yang lebih effisien dan lebih cepat sesuai kebutuhan anda. Mengenai RAID sudah saya bahas di link berikut : http://blog.alphamedia.co.id/2011/07/raid-system-untuk-adempiere-server.html
Yang kedua, aplikasi ERP terkenal dengan aplikasi yang sangat rakus terhadap resource, memory dan storage. Sehingga anda harus secara rutin memantau kondisi ADempiere server anda, apakah memory masih mencukupi, apakah storage masih mencukupi dan seterusnya.

Untuk melihat memory pada Server windows, anda bisa melihat dari properties dan windows task manager, sedangkan untuk Linux Centos anda bisa lakukan sebagai berikut:

Check Total Memory di Linux
Pertama check physical memory yang tersedia di komputer anda dengan cara sebagai berikut:

#dmesg |grep memory

Untuk melihat memory yang masih tersedia di linux anda bisa menggunakan perintah berikut:

#free -m

Atau anda juga bisa melihat penggunaan memory dari masing masing aplikasi serta memory yang masih tersedia dengan perintah berikut:

#top

Apabila memory pada komputer anda sudah tidak mencukupi, ada beberapa hal yang bisa anda lakukan, yang pertama adalah menambah physical memory anda, dan yang kedua adalah memperbesar swap file pada komputer anda (apabila penambahan physical memory tidak mungkin dilakukan)

Memperbesar Swap File di Linux

Apa yang harus dilakukan ketika anda membutuhkan untuk menambah swap file pada Linux Server anda? ada 4 pilihan yang dapat anda lakukan sebagai berikut:

1. Membuat swap file Baru
2. Membuat swap file pada existing logical volume
3. Meng Extend swap file pada existing logical volume anda
4. Membuat partisi swap baru

Jika anda membutuhkan space swap file yang lebih besar, membuat swap file baru adalah solusi tercepat dan termudah. Melakukan swap file pada logical volume dan meng extend swap file pada logical volume merupakan langkah yang lebih sulit. Sedangkan mebuat partisi swap baru merupakan langkah yang paling sulit, namun memberikan solusi yang lebih effektif dan permanen.

Pada kesempatan ini saya akang menerangkan cara membuat swap file baru sebagai cara termudah dan tercepat untuk memperbesar ruang swap file anda.

Membuat Swap file baru

Kita perlu menentukan tambahan ruang swap file yang kita butuhkan. Mari kita asumsikan kita memerlukan 512 Megabytes swap space. Untuk menentukan jumlah blok kita perlu mengalikan ukuran file dengan 1024. Sehingga pada contoh kita adalah 512 x 1024 = 524288. Maka kita perlu menjalankan perintah sebagai berikut:

dd if=/dev/zero of=/home/swapfile bs=1024 count=524888

Posisi letak file di /home/swapfile hanyalah sebagai contoh, anda dapat meletakkan ditempat lain untuk alasan security dan lain lain. Kemudian anda dapat melakukan setup swap file dengan perintah

mkswap /home/swapfile

Swapfile yang anda buat diatas belum akan enable pada saat anda melakukan booting system. Untuk membuatnya enable pada saat booting, anda perlu menambahkan kedalam /etc/fstab/ dan baris berikut kedalam file /etc/fstab anda:

/home/swapfile swap swap defaults 0 0

Demikian kira kira ulasan saya untuk mebantu masalah kecepatan ADempiere server anda, apabila semua upaya sudah dilakukan dan server anda tetap masih lambat, bisa jadi memang sudah saatnya anda membeli server yang lebih besar.

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi pengguna ADEMPIERE INDONESIA . =======================
Salam ERP

Agung Budi Santosa
agung_bs@yahoo.com
Jakarta - Indonesia
=======================

RAID System untuk ADempiere Server

Pengantar
ADempiere (yang merupakan software ERP berbasis opensource dan dapat di download gratis),  sebagai aplikasi ERP mensyaratkan Server yang dipakai harus menggunakan RAID. Hal ini dikarenakan beberapa alasan, yang pertama aplikasi ERP yaca ng mencatat hampir semua transaksi di perusahaan umumnya akan menyebabkan data membengkak dengan sangat cepat, yang kedua adalah system database yang terintegrasi untuk semua client dan organisasi membuat proses baca tulis menjadi cukup berat pada I/O standard. Alasan yang ketiga adalah jumlah hard disk yang bisa ditambah lebih banyak sehingga kapasitasnya menjadi lebih besar, serta alasan yang lain seperti alasan keamanan data dan lain lain.

Nah, apa sih yang disebut dengan RAID? apa kegunaannya dan ada berapa jenis metode RAID?
pada tulisan ini saya mencoba menjelaskan tentang RAID tersebut. Hal ini juga sekaligus menjawab pertanyaan dari rekan rekan pembaca blog tentang mengapa servernya menjadi lambat setelah dipakai beberapa saat.

Apa itu RAID
RAID (Redundant Array Independent Disk) adalah satu fitur teknologi baru pada sistem komputer. Dengan RAID maka Hard Disk akan bekerja lebih cepat karena menggambungkan kemampuan beberapa Hard Disk secara bersamaan. RAID harus menggunakan minimal dua buah atau lebih HDD yang identik, baik dari sisi interface, teknologi, kapasitas, RPM dan lain-lain.

Hampir semua motherboard server memiliki konfigurasi RAID terintegrasi didalamnya, termasuk yang berbasiskan Intel platform. Minimal motherboard tersebut memiliki fungsi RAID yang paling standar, yaitu RAID 0 dan 1. RAID sendiri memiliki berbagai level seperti RAID 2, 3, 4, 5, 10 dan 50. Tapi yang paling familier digunakan pada server adalah RAID 0, 1, 5, 10 dan 50 saja.

Ada dua macam controller RAID didalam sistem server, yaitu yang bersifat on-board (terintegrasi dengan chipset utama) dan Add-in Card (modul card tambahan).

Beberapa contoh konfigurasi RAID

Imajinasikan ada sebuah file data dengan nama “ABC” yang akan disimpan dalam HDD yang dikonfigurasi dengan varian RAID dibawah :
RAID 0
RAID 0 berfungsi sebagai stripping, yaitu teknik memecah data “ABC” kedalam beberapa blok data, kita sebut saja blok ABC01, ABC02, ABC03, ABC04, dan seterusnya. Masing-masing blok ini disimpan pada dua HDD berbeda secara parallel, misalnya HDD1 menyimpan blok ABC01, ABC03, ABC05 dan seterusnya dan HDD2 menyimpan blok ABC02, ABC04, ABC06 dan seterusnya. Dengan teknik ini maka performa akan meningkat karena data kapasita besar tidak perlu masuk antrian pada HDD tunggal yang memiliki kapasitas I/O terbatas. Artinya pada saat akses data langsung dilayani oleh dua kapasitas I/O dimasing-masing HDD.















Cara kerja RAID 0

RAID 0 minimal menggunakan 2 HDD, dan menggabungkannya seolah-olah sebagai sebuah HDD tunggal didalam sistem. Misalnya, ada dua unit HDD SATA 80 GB dikonfigurasi sebagai RAID 0 maka sistem server akan mengenalinya sebagai HDD tunggal dengan kapasitas 160 GB. Dengan konfigurasi ini diharapkan performanya akan meningkat dengan mengandung dua kontroller HDD yang bekerja parallel. RAID 0 kadang dianggap bukan bagian RAID karena tidak bersifat “Fault-Tolerance”, yaitu kemampuan untuk mencegah kegagalan sistem seperti varian RAID lainnya.

RAID 1

RAID 1 berfungsi sebagai mirroring, yaitu saling backup antara dua HDD. Tekniknya adalah dengan cara memecah data “ABC” menjadi blok data ABC01, ABC02, ABC03 dan seterusnya lalu semuanya disimpan pada HDD1 (HDD utama) dan HDD2 (HDD backup) secara identik. Artinya HDD1 menyimpan blok ABC01, ABC02 dan ABC03, maka HDD2 juga menyimpan data yang sama persis. Kemampuan ini disebut sebagai mirroring, dimana jika terjadi kerusakan data pada HDD utama, maka data dapat direcovery langsung dari HDD backup karena menyimpan data yang identik.














Cara kerja RAID 1

RAID 1 minimal menggunakan 2 HDD. Jika terdapat dua HDD 80GB dengan kapasitas total 160GB maka sistem hanya akan mengenalinya sebagai HDD 80GB saja, karena HDD satunya berfungsi sebagai backup. RAID 1 merupakan fungsi yang paling mendasar dari seluruh varian RAID karena memiliki “Fault-Tolerance” yang baik.

RAID 10

RAID 10 merupakan perpaduan antara RAID 1 dan RAID 0. Dengan teknik ini maka blok data ABC disimpan layaknya RAID 1 lalu masing-masing bagian disimpan secara stripping seperti layaknya RAID 0. Misalnya blok data ABC disimpan secara stripping menjadi ABC[01] dan ABC[02] di dua HDD. Pada masing-masing grup HDD, yaitu ABC[01] data disimpan secara mirroring pada dua HDD. RAID 10 memerlukan minimal empat unit HDD.













RAID 5

Misalnya digunakan 3 buah HDD pada RAID 5, maka HDD1 akan menyimpan blok data A01, A02, A03 dan parity 01 pada HDD1. Lalu blok B01, B02, B03 dan parity 02 disimpan pada HDD2. Dan terakhir C01, C02 dan C03 dan parity 03 disimpan pada HDD03. Dengan teknik ini maka keseluruhan data pada HDD akan aman karena di backup oleh HDD lainnya dan parity yang tersebar ke masing-masing HDD tersebut.













Cara Kerja RAID5
Data disebar ke semua hardisk dan masing masing hardisk terdapat sebuah parity yang bisa dianalogikan sebagai image dari masing-masing blok data HD yang lainnya.
Contoh : 3 harddisk SCSI berkapasitas 80GB di configure dengan RAID 5 maka kapasitas yang dapat di gunakan untuk penyimpanan data adalah 3 x 80 GB yang didalamnya ada parity dari blok data HD yang lainnya.
Kelebihan : Mendukung baca/tulis secara bersamaan, sangat cocok untuk kepentingan jaringan, data proteksi yang bagus.
Kekurangan : Penulisan data lebih lambat dibanding RAID 0 dan RAID 1. Hanya memperbolehkan satu hardisk yang gagal.

RAID 50
RAID 50 merupakan perpaduan antara RAID 5 dan RAID 0. Dengan teknik ini maka blok data akan dipecah menjadi 2, misalnya ABC[01] dan ABC[02] lalu disimpan dengan teknik stripping yaitu memecah dan membaginya secara parallel. Baik ABC[01] dan ABC[02] pada masing-masing grupnya akan disimpan menggunakan konfigurasi RAID 5, sehingga pada satu grup memerlukan tiga unit HDD. Secara keseluruhan, RAID 50 menggunakan minimal enam unit HDD.












IBM ServeRAID M 5015 RAID Controler

IBM ServeRAID M 5015 RAID Controler merupakan salah satu contoh RAID Controler yang dipakai oleh server IBM Seri X. Card yang menggunakan slot PCI Express ini bisa di pasang pada mesin x3200, x3400, x3600 dan mendukung system operasi Windows maupun Linux.

====================

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi pengguna ADEMPIERE INDONESIA .
Salam ERP

Agung Budi Santosa
agung_bs@yahoo.com
Jakarta - Indonesia
====================
joint komunitas Adempiere Indonesia  / IDempiere Indonesia Study Group
** Bagi yang ingin belajar ERP, Untuk Informasi ERP Training silahkan kontak: training@alphamedia.co.id

Wednesday, July 20, 2011

Product with Multi UOM

Sering kali kita memiliki produk dengan beberapa UOM (Unit Of Measure), misalnya kita beli dalam satuan karton, namun menjual secara ecerean per buah, atau sebaliknya kita membeli dalam satuan namun menjualnya per karton dengan beberapa quantity.

Dalam contoh dibawah ini kita akan membuat contoh, sebuah produk dengan satuan botol dan Karton, dimana satu karton berisi 25 Botol (contoh ini merupakan kasus yang sangat umum terutama di industri ritel di Indonesia)

Pertama yang harus kita lakukan adalah membuat UOM dalam Botol(BTL) dan Karton(K25), kemudian masuk ke UOM>Conversion.










Masukkan nama produk yang hendak di konversi , kemudian masukkan muliply = 25 untuk menyatakan bahwa satu karton berisi 25 botol.











Selanjutnya kita mencoba melakukan material Receipt= 4 karton + 10 botol.
Pilih qantity dan UOM yang dikehendaki.






Total = 4 karton dan 10 botol.






Kemudian kembali ke Tab Material Receipt dan lakukan "Complete"

Selanjutnya kita lihat status material dari product info.




Di Adempiere, stok akan di catat didalam UOM terkecil, sehingga apabila kita memiliki UOM karton dan botol, aka stok akan dicatat dalam botol.

Selanjutnya kita akan menjual produk tersebut

Kita akan menjual 4 karton dan 5 botol
Pilih Quantity 4 dan UOM = karton




Buat Line baru dengan produk yang sama, pilih quantity = 5 dan UOM= Botol





Sehingga Total produk yang kita jual adalah 4 karton + 5 botol atau = total 105 Botol







Lakukan "Complete", tampilan order confirmation adalah sebagai berikut:














Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi pengguna ADEMPIERE INDONESIA . ===================
Salam ERP
Agung Budi Santosa
agung_bs@yahoo.com
==================
 Join Komunitas Adempiere / Idempiere Indonesia di FB Group: Adempiere iDempiere Study Group Indonesia
Untuk Informasi ERP Training silahkan kontak: training@alphamedia.co.id

Monday, July 18, 2011

Opensource ERP Terbaik 2011 ??

Didalam persaingan solusi ERP berbasis Opensource dewasa ini, para pengembang aplikasi ERP open source tidak hanya menawarkan solusi ERP murah. Sebuah Sistem ERP Opensource yang baik dewasa ini didesfinisikan sebagai sebuah program perangkat lunak yang tidak hanya berbiaya rendah, namun juga memiliki fitur yang lengkap serta dukungan solusi penuh bagi pelanggannya.

Dalam kurun waktu 2 tahun terakhir, lima aplikasi memimpin industri Opensource ERP.
Mereka adalah Adempiere, Compiere, Openbravo, OpenERP,
Opentaps. Sementara itu OFBiz, Tryton, BlueErp, JFire, xTuple, dan program open source lain mungkin berusaha mulai mengambil sebagian kecil pangsa pasar yang tersisa. Solusi softwar ERP diatas ( yang berbasis opensource dan dapat di download gatis ), nampaknya masih akan mendominasi pasar Opensource ERP hingga tahun 2011 ini.
Keberhasilan program-program perangkat lunak bukanlah terjadi begitu saja. Misalnya, Openbravo menangkap inti ERP open source: efektivitas biaya dan dukungan pelanggan. Efektivitas biaya adalah alasan utama mengapa pengguna memilih solusi open source. Openbravo menawarkan model berlangganan yang menghindari biaya modal. Hal ini juga menyediakan solusi komprehensif untuk pengguna di berbagai industri, yang dulunya merupakan alasan utama pengguna menyerah untuk menggunakan solusi ERP open source. Dukungan yang komprehensif yang mencakup Openbravo otomotif, pakaian dan tekstil, kimia, komunikasi dan teknologi tinggi, makanan dan minuman, pengiriman dan logistik, pendidikan dan penelitian, ritel, medis dan kesehatan, partai besar dan distribusi, dan industri hiburan.Openbravo menghilangkan hambatan terbesar dalam memilih solusi ERP Opensource. Penyedia solusi ERP open source terkemuka lainnya juga mengambil strategi serupa. Pada tahun 2011, para penyedia ERP Opensource termuka akan berlomba melakukan perbaikan untuk meningkatkan efektivitas biaya dan menyediakan Support yang lebih baik dan komprehensif.
Compiere sebagai pelopor ERP Opensource masih mendominasi beberapa project besar ERP di pasar, hal ini karena Compiere sebagai pioner memiliki kematangan yang lebih tinggi dibanding pesaing pesaingnya, namun langkah-langkah komersialisasi yang diambil oleh Compiere membuat Compiere banyak ditinggalkan oleh perusahaan kelas SME (Small Medium Entrprise), atau di Indonesia lebih dikenal dengan UKM.OpenERP, yang dahulu dikenal dengan naa TinyERP pada tahun 2010 telah melakukan pemasaran yang sangat gencar terhadap produk dan layanananya. Hal ini cukup mendorong secara signifikan penggunaan OpenERP di pasar, dukungan fitur yang lengkap serta support yang baik membuat OpenERP menjadi salah satu Solusi ERP Opensource terkemuka. Namun dorongan ini sayangnya belum di imbangi dengan tumbuhnya komunitas pengguna OpenERP, dimana besarnya komunitas yang mendukung suatu aplikasi Opensource sering digunakan untuk pertimbangan dalam memilih suatu aplikasi Opensource.
ADempiere, yang merupakan satu satunya solusi ERP Opensource yang dikembangkan oleh komunitas masih menjadi pilihan utama bagi perusahaan SME (Small Medium Enterprise), biaya investasi yang murah, fitur yang lengkap serta besarnya dukungan dari komunitas menjadi faktor kekuatan utama ADempiere. ADempiere juga merupakan salah satu Solusi ERP Opensource yang memiliki pengguna terbesar (termasuk di Indonesia), namun sayang beberapa masalah internal komunitas membuat perkembangan aplikasi ini berjalan agak lambat sehingga banyak dilewati oleh para pesaingnya.Opentaps merupakan salah satu solusi ERP Opensource yang memiliki perkembangan cukup siginifikan. Opentaps menwarkan dukungan fitur yang lengkap serta dapat mengakomodir berbagai kebutuhan industri, mulai dari trading, manufaktur, retail, Penyedia jasa dan lain lain. Kurangnya dorongan pemasaran dan masih kecilnya dukungan komunitas membuat Opentaps masih harus bekerja keras untuk dapat bersaing dengan pesaing pesaingnya.

Apa Opensource ERP yang Terbaik untuk perusahaan anda??

Dalam memilih suatu produk atau solusi ERP opensource, tentunya ada banyak pertimbangan yang harus diambil, beberapa hal yang sering dijadikan pertimbangan utaman diantaranya adalah:
1. Biaya Total Investasi
2. Kelengkapan Fitur
3. Fleksibilitas dan kemudahan untuk pengembangan
4. Dukungan support (dari endor maupun dari komunitas)
5. Ketersediaan informasi (dokumentasi, manual, dan Training)

Dalam memilih solusi ERP Terbaik untuk perusahaan anda, anda tentunya harus menilai terlebih dahulu solusi seperti apa yang paling pas untuk perusahaan anda. Sebagai contoh apabila perusahaan anda memiliki budget terbatas, maka masalah biaya akan menjadi prioritas anda. sebaliknya apabila perusahaan anda memiliki budget yang cukup namun memiliki personel IT yang terbatas, maka masalah dukungan support akan menjadi prioritas utama anda, demikian seterusnya.
Hal yang perlu dicatat adalah tidak selalu sebuah solusi ERP Opensource yang baik untuk suatu perusahaan akan baik juga untuk perusahaan yang lain. Untuk itu diperlukan proses seleksi dan pemilihan secara seksama untuk mendapatkan solusi ERP Opensource yang paling baik dan paling pas untuk perusahaan anda.


Dengan semakin berkembangnya software ERP opensource, berdampak positip pada perusahaan khususnya UKM yang dapat mengimplementasikan sistem ERP dengna biaya terjangkau. Disamping itu juga meningkatkan lapangan kerja dan lowongan kerja bidang IT dan Management Industri khusunya bidang ERP.

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi pengguna ADEMPIERE INDONESIA . =======================
Agung Budi Santosa
agung_bs@yahoo.com

Jakarta - Indonesia
=======================


Joint FB Forum: ADempiere Indonesia & IDempiere Indonesia Study group

Sunday, July 17, 2011

Sales Management di Openbravo

Membuat Sales Order

Untuk membuat Sales Order di Openbravo klik-ganda pada Sales Management.
Ketika window Sales Order terbuka, semua Sales Orders yang dimasukkan atau di update di hari itu atau sales order yang tidak selesai (completed) atau close akan ditampilkan.

Window Order mengijinkan anda untuk memasukkan atau memodifikasi sales order. Tab Order mendefinisikan paramater parameter dari order. klik pada tombol New Record:


Bidang Order Reference mengijinkan Anda untuk Masukkan suatu nomor atau referensi. Ini adalah opsional dan default dari Business Partner.

Jenis Dokumen Target adalah default ke Standard Order, bila Nilai Preference anda di-set maka Anda dapat memilih dokumen jenis lain. Window akan menyesuaikan kepada plihan anda pada bidang ini.

Bidang Tanggal/Date order dan Tanggal/Date Promised (Janji) default kepada tanggal/date saat sekarang, tetapi dapat diubah.

Anda harus memilih Business Partner untuk Order ini dengan meng-klik pada Icon Di dalam bidang tersebut. Atau anda dapat melakukan pencarian dengan memasukkan search key.

Dalam hal ini Business Partner umumnya akan menjadi suatu Customer. Sekarang bidang berikut akan terisi secara default dari Informasi Business Partner : Partner Contact (Jika ada), Bill To, Partner Address dan Price List. Jika ada berbagai record untuk alamat atau Partner Contact, maka akan menggunakan urutan pertama yang ditemukan. Anda dapat merubah nilai-nilai ini yang menggunakan drop-down list box.
Field Currency menampilkan jenis Currency yang dipakai. Currency ditentukan oleh currnecy yang terdapat pada Price List.
Aturan Invoice dan Aturan Delivery dan Delivery Via adalah juga dianggap default dari Informasi Business Partner (Customer). Delivery Via mendefinisikan bagaimana produk harus dikirimkan. Sebagai contoh, mereka akan diambil atau dikirimkan.

Di dalam Bidang Sales Representative anda harus memasukkan Sales Representative. Sales Representative haruslah seorang User yang sah di dalam Sistem.

Aturan Freight Cost mengindikasikan metoda yang digunakan ketika menagih biaya pengiriman. Saat ini freight yang termasuk hanya nilai yang tersedia. Freight dapat ditambahkan sebagai baris terpisah Di dalam Sales Order. Bidang ini, Payment Rule dan Payment Term adalah default dari dari Atribut Customer Business Partner.

Centang cek-box Discount Printed untuk menunjukkan bahwa Diskon bersama dengan Daftar Harga diharapkan untuk dicetak dengan Hargai Net pada Order tersebut.

Setelah memasukkan Sales Order Line anda, Anda mempunyai pilihan untuk meng-Complete, membatalkan atau memproses Sales Order.

Jenis Dokumen (yang sekarang) menentukan urutan dokumen dan aturan pemrosesan.

Void/Pembatalan Dan Proses melaksanakan tindakan yang sama pada semua Jenis Dokumen Sales Order. Pembatalan mencegah pemrosesan lebih lanjut untuk menjadi Sales Order. Proses akan mencadangkan inventory dan dan mengkalkulasi ulang pajak jika perlu. Order masih aktip dan lines dapat ditambahkan dan dimodifikasi.

Pemrosesan suatu dokumen penjualan ditentukan oleh type dokumen anda, suatu Document Action dari ’Complete’ akan melaksanakan proses berbeda berdasar pada Jenis Dokumen :

Quote atau Proposal: apabila menutup dokumen tersebut. Maka dokumen tidak bisa dicopy atau diubah ke dokumen lain Jenis kecuali jika diaktifkan kembali.

Standard Order : Inventori di reserved (dicadangkan/ dipesan). Mengijinkan Shipment Dan Invoice untuk dihasilkan (tergantung pada aturan Delivery dan Invoice)

Warehouse Order: Shipment dihasilkan. Inventori di adjust (di sesuaikan). Mengijinkan Invoice untuk dihasilkan (tergantung pada aturan Delivery dan Invoice)

On Credit Order: Shipment Dan Invoice dihasilkan. Inventori di adjust (disesuaikan).

POS Order : Shipment Dan Invoice dihasilkan. Inventori langsung di adjust (disesuaikan). Jika metoda pembayaran adalah Cash/Tunai suatu entri Cash Journal (jurnal tunai) akan dihasilkan.
Total Amount menampilkan total dari semua baris Di dalam mata uang dokumen.
Grand Total menampilkan Jumlah total termasuk Pajak Di dalam mata uang dokumen.

Jenis jenis dokumen penjualan diatas umumnya dapat mengakomodasi berbagai type penjualan di perusahaan (di Indonesia), sehingga transaksi bisa berjalan sesuai yang di inginkan.

Selanjutnya, klik pada tab Order Line untuk memasukkan baris informasi untuk Order anda:


Tab Order Line mendefinisikan Item per individu dari suatu Order.
Pilih suatu Produk dengan meng-klik pada Icon Di dalam Bidang Produk. Window Produk Info akan muncul. Tekan Return atau masukkan wildcard untuk menampilkan semua produk yang terdaftar. Pilih Produk yang diinginkan dengan klik-ganda pada baris yang sesuai untuk memasukkan Produk ke dalam Bidang Produk pada baris Order. Anda dapat juga memasukkan kunci pencarian di dalam Bidang Produk dan tekan Return untuk memasukkan Produk ke dalam Bidang Produk.

Pilihan window Produk yang berikut akan muncul:


Jika Produk yang yang terpilih mempunyai suatu Atribut maka Tombol Atribut akan enable. Pilih Tombol Atribut untuk memilih suatu kejadian spesifik dari produk ini. Dalam hal ini kita akan memilih warna dari casing komputer:


Window ini menampilkan warna yang tersedia untuk product ini. Pilih suatu warna dan pilih OK.



Anda akan kembali ke bidang Order Line dan Atribut Set Instance di-update dengan nilai yang terpilih tersebut.

Tab Tax

Untuk menampilkan Informasi pajak untuk baris order yang dipilih, pindahlah ke tab Order Tax. Konfirmasikan dialog box untuk menyimpan data dari baris order anda.


Window Tax Order menampilkan pajak yang berhubungan dengan Order Line.
Anda menghubungan Pajak dengan Produk Di dalam tab Order Line.

Bidang Tax mengindikasikan jenis pajak untuk Order Line ini. Bidang Sales Order menampilkan ID Sales Order tersebut. Bidang Tax Amount menampilkan total jumlah pajak untuk semua Baris Di dalam Sales Order. Dan Tax base Amount menunjukkan jumlah dasar yang digunakan untuk menghitung jumlah pajak.
Jika anda menggunakan compound tax, akan muncul dalam sebuah baris. Ketika Sales Document sudah completed, baris untuk tiap tingkat pajak dalam compound tax akan dihitung.
Jika Sales Order anda benar dan complete (lengkap), pilih Complete Document action untuk memproses.

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi pengguna OPENBRAVO INDONESIA . =================
Agung Budi Santosa
agung_bs@yahoo.co
=================

Goods Receipt di Openbravo

MEMBUAT RECEIPTS

Untuk membuat Goods Receipts di OpenBravo klik-ganda pada Procrement Management > Goods Receipt. Goods Receipt mendefinisikan Penerimaan suatu produk atau Material dari suatu vendor. Receipt mungkin secara manual dimasukkan atau mungkin diturunkan dari suatu Purchase Order atau Invoice vendor. Tab Goods Receipt mengijinkan Anda untuk menghasilkan, memelihara, memasukkan dan memproses Receipt dari vendor.


Bidang Order Reference mengijinkan Anda untuk memasukkan suatu nomor referensi. Jenis Dokumen dianggap default. Ini menentukan urutan dokumen tersebut dan memproses aturan.

Pilih Business Partner dengan meng-klik pada Icon Di dalam Bidang Business Partner. Window info Business Partner akan muncul. Tekan Return atau masukkan wildcard "%" untuk menampilkan semua atau suatu subset dari Business Partner anda:


Centang Cek-box Vendor only untuk menampilkan hanya vendor saja. Jika Anda tidak men centangnya, semua Business Partner anda nampak.
Pilih vendor yang diinginkan dengan klik-ganda pada baris yang sesuai untuk memasukkan vendor tersebut ke dalam Bidang Business Partner Di dalam window Goods Receipt. Alamat Partner dan User/Contact (jika ada) akan diisi secara otomatis.

Aturan Freight Cost (biaya pengiriman) mengindikasikan metoda tersebut digunakan ketika menagih biaya pengiriman.

Goods Receipt Line

Untuk memasukkan lines Receipt anda secara manual, asuk kedalam pada tab lines, dan klik pada Tombol New Record:


Pilih suatu Produk dengan meng-klik pada Icon Di dalam Bidang Produk. Tekan Return Di dalam window Product Info Yang muncul, untuk menampilkan semua daftar produk. klik-ganda pada Produk yang diinginkan untuk memasukkannya ke dalam bidang produk yang akan di receipt.

Jika Produk yang dipilih didefinisikan sebagai mempunyai Attribute Set Instance, Anda dapat mendefinisikannya pada saat ini. Pilih Tombol atribut set instance dan dialog berikut akan ditampilkan.

Hal yang perlu dicatat adalah, dalam membuat Material Receipt tidak harus membuat PO, sehingga apabila prosedur ini di ijinkan maka gudang bisa menerima barang tanpa harus ada PO. Namun hal ini tentu harus mengacu kepada policy perusahaan, beberapa perusahaan di Indonesia terutama UKM banyak menerapkan hal ini, karena misalnya membeli barangnya dari pasar, toko, dan lain lain (yang notabene tanpa PO).

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi pengguna OPENBRAVO INDONESIA . ================
Agung Budi Santosa
agung_bs@yahoo.com
Jakarta - Indonesia
================

baca Juga: Sales Order di Openbravo

Procurement Management di Openbravo

MEMBUAT PURCHASE ORDER

Untuk membuat Purchase Orders di OpenBravo klik-ganda pada Procurement Management

Window Purchase Order mendefinisikan purchase order dari perusahaan anda. Tab Purchase Order mendefinisikan parameters dari pada order. Nilai nilai field yang didefinisikan akan menentukan bagaimana line(baris-baris) order diproses.

Field Order Reference mengijinkan anda untuk memasukkan nomer referensi. Nilai default Target Document Type adalah Purchase Order, dimana hanya ada opsi tersebut.
Field Date Ordered (tanggal Order) dan Date Promised (tanggal dijanjikan) default kepada tanggal saat ini, namun bisa dirubah.

Anda harus memilih Business Partner untuk Purchase Order ini dengan meng-klik pada Icon didalam field tersebut. Dalam hal ini Business Partner umumnys adalah suatu vendor. Sekarang bidang berikut ini dianggap default dari Informasi Business Partner:

User/Contact (bila ada), Bill To, Partner Address dan Price List.
Field Currency menampilkan Currency yang akan digunakan.
Secara opsional Anda dapat memilih suatu Warehouse / Service Point. Ini adalah penempatan yang unik di mana produk disimpan.
Di dalam Bidang Company Agen anda harus memasuk nama orang yang membeli jasa atau produk tersebut.

Termin Pembayaran Dan Aturan Pembayaran untuk Purchase Order ini adalah default dari Atribut vendor Business Partner (di Indonesia umumnya defaultnya adalah 30 hari).
Centang Cek-box Discount Printed untuk menunjukkan bahwa diskon itu diharapkan untuk dicetak pada Purchase Order tersebut.

Status Dokumen menyatakan adanya status Purchase Order pada waktu ini. Jika Anda ingin merubah status tersebut, gunakan Tombol Document Action.


Ini akan memanggil window Document Action tersebut:

Setelah memasuki PO lines anda, Anda mempunyai pilihan: to Complete (untuk selesai), to Void (untuk batal) atau to Process (untuk proses) dari Purchase Order tersebut.

Total Amount menampilkan total dari semua lines Di dalam mata uang dokumen. Grand Total menampilkan total amount (jumlah total) yang mencakup Pajak Di dalam mata uang dokumen.

Purchase Order line

Klik pada tab Purchase Order Lines untuk memasukkan baris informasi untuk Purchase Order:


Tab Order Line (baris order) mendefinisikan item secara individu dari suatu Purchase Order.

Pilih suatu Produk dengan meng-klik pada Icon di dalam Bidang Produk. Akan tampil window Produk Info. Anda dapat kembali ataupun memasukkan wildcard untuk menampilkan semua daftar produk:


Pilih Produk yang diinginkan dengan klik-ganda pada baris yang sesuai untuk memasukkkan Produk tersebut ke dalam Bidang Produk pada Purchase Order Lines.
Order date (Tanggal Order) dan Promise Date (Tanggal Janji) default terhadap Header Purchase Order, tetapi dapat diubah.

Line No menyatakan adanya baris yang unik dari Purchase Order tersebut. Ini juga akan mengendalikan urutan tampilan baris Di dalam Purchase Order tersebut.

Charge (beban biaya) menyatakan jenis dari charge (Handling, Shipping, Restocking, Bank Charges dll.).charge tidak bisa dipilih jika Anda telah memilih suatu produk. Anda hanya dapat mempunyai satu harga, sehingga harga hanya untuk salah satu apakah Produk atau charge.

Di dalam Area Quantity, masukkan Kwantitas order tersebut. UOM default dari Definisi Produk.
Didalam area Amounts, Unit Price, List Price, Tax dan Discount default dari Price List untuke Product, akan tetapi dapat diubah. DIskon adalah opsional dan akan secara otomatis terupdate jika price list dirubah / diupdate.

Di dalam Area Status, baris Net Amount (Quantity * actual price) tanpa Pajak Dan charge ditampilkan, Ini menyatakan baris net amount berdasar pada kwantitas dan harga aktual tersebut. Pajak atau charge tambahan tidaklah dimasukkan.

Purchase Order Tax


Untuk menampilkan informasi pajak pindah ke lines order kepada tab Order Tax. Konfirmasikan dialog box yang ditampilkan untuk menyimpan Data baris Order anda jika Anda belum melakukannya:


Window Order Tax menampilkan pajak yang berhubungan dengan lines Order. Dimana anda menghubungkan Pajak tersebut dengan Produk Di dalam tab Purchase Order Lines.



Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi pengguna OPENBRAVO INDONESIA .
================
Agung Budi Santosa
agung_bs@yahoo.com
Jakarta - Indonesia
================
baca juga: Goods Receipt

Setup Product di Openbravo

Didalam window Produk anda dapat mendefinisikan Produk Produk yang digunakan oleh perusahaan anda. Produk ini meliputi semua yang dijual kepada Customer, yang digunakan, yang diproduksi dan produk yang dibeli oleh perusahaan andai.


Untuk mendaftarkan produk baru, buka window Produk. Masukkan Nama Produk, dan Desctiption (jika diinginkan/Opsional). Anda dapat memasukkan beberapa Help/Comment (pertolongan/ komentar)

Isikan beberapa bidang Mandatory (bidang-bidang yang wajib diisi) berikut: Product Category, Tax Category, UOM, Product Type.




Pilih Item untuk menampilkan bidang berikut ini: Weight (Berat/Beban), Shelf Width (Lebar Rak), Shelf Depth (Kedalaman Rak), Classification (Penggolongan), Sales Rep (Vendor), Revenue Recognition (Pengenalan Pendapatan), Volume, Shelf Height (Tingginya Rak), Units Per Pallet (Unit tiap palet).

Centang Cek-box Stocked ketika organisasi anda menyimpan produk ini. Pilih “Purchase” jika anda membeli produk ini, pilih “Sale” jika anda menjual produk ini, dan pilih “production” jika anda membuat produk ini.

Centang Bill Of Material (daftar kebutuhan material) jika Produk adalah suatu Bill Of Material. Dengan memilih cek-box ini tampilan window akan berubah seperti berikut :


Ketika anda sudah masuk ke Produk yang menyusun Bill Of Materials, klik pada tombol verify BOM untuk memulai Proses verifikasi Struktur BOM. Proses Ini berfungsi meneliti unsur-unsur dan langkah-langkah yang terdapat pada suatu Bill Of Materials.

Bill Of Material

Suatu Bill Of Material (BOM) berisi satu atau lebih Produk, Jasa atau BOM yang lain. Tidak ada batas berapa banyak komponen dari suatu BOM, tetapi tidak demikian pada banyaknya level BOM.

Suatu Bill Of Material bisa berupa Stocked ataupun Non-Stocked (Seperti diperlihatkan pada tab Product). BOM Stocked diperlakukan sebagai normal produk dalam kaitan dengan ketersediaan. Untuk membuatnya, bisa dirakit di ' Bagian Produksi'. Kwantitas yang tersedia Di dalam Product Info menampilkam apa yang sebenarnnya tersimpan (atau yg sedang diproduksi), bukan apa yang bisa diproduksi.


Jika anda mendefinisikan Produk anda sebagai Bill Of Material (cek-box Bill Of Material di centang), Openbravo menampilkan nya ketika anda klik tab Bill Of Material pada tampilan window Produk anda.

Sekarang anda dapat memasukkan Produk produk yang menyusun Bill Of Material anda. Bidang berikut ini adalah default: Product, yaitu produk dari Bill of Materials (sebagai contoh Computer) dan Line NO. Masukkan description sesuai keinginan anda.

Pilih BOM Jenis Part/Bom untuk menunjukkan bahwa ini adalah Produk yang diperlukan untuk BOM tersebut atau memilih Pilihan untuk menunjukkan bahwa ini adalah suatu Produk opsional untuk BOM ini, atau memilih suatu Alternative Group untuk menunjukkan bahwa ada Produk lebih dari satu yang mungkin digunakan. Sebagai contoh disini adalah suatu Komputer di mana diperlukan CPU, ada pilihan untuk Memori Dan Hard Disk dan pilihan Wireless card.

Pilih Produk BOM (dalam hal ini CPU) dan Kwantitas BOM.

Hanya produk yang ada pada suatu Price List yang akan tersedia untuk pemilihan Di dalam tampilan ini.

Tab Subtitute

Untuk memasukkan Informasi Subtitusi (Pengganti) untuk Produk, klik pada tab Subtitute.

Anda harus memasukkan suatu Nama dan suatu subtitusi/Pengganti. Pilih subtitute dengan meng-klik pada panah dropdown-list (pilihan jatuh menurun) untuk membuka tampilan window Product Info.


Pilih suatu Produk yang sesuai untuk dimasukkan didalam Bidang Subtitute. Subtitute hanya digunakan untuk informasi acuan saja.

Tab Purchasing
Di sini anda akan memasukkan Vendor dimana anda akan membeli produk serta informasi pembelian lainnya. Informasi yang anda masukkan disini lebih untuk penggunaan statistik, harga di sini tidak akan ditampilkan pada Purchase order maupun Sales order. Info itu datang dari Tab Price (Harga).

Untuk masuk kedalam informasi Pembelian Produk, klik pada tab Purchasing:


Centang Cek-box Current Vendor jika anda ingin menggunakan Vendor ini untuk menetapkan harga dan pengisian kembali stock.

Tab Costing

Untuk memasukkan Informasi costing untuk Produk (di Indonesia sering disebut HPP), klik pada tab Costing. Masukkan Current Cost Price (Tetapan Harga saat ini), atau Future Cost price (Biaya Yang Akan Datang) dapat dimasukkan tergantung atas metoda Costing yang digunakan.


Tab Price
Untuk memasukkan Informasi Harga untuk Produk, klik pada tab Price.


Anda dapat juga memasukkan harga di sini untuk Price List yang spesifik tetapi biasanya anda akan men"generate" (membuat/menurunkan) harga untuk produk anda menggunakan Price List, lihat Pricing untuk informasi lebih lanjut.

Accounting

Untuk memasukkan Informasi akuntansi untuk Produk, klik pada tab Accounting.


Tab Transaction

Untuk menampilkan Transaksi untuk Produk anda, klik pada Tab Transaksi:


Tampilan window Transaksi mendaftar semua Transaksi yang dilaksanakan untuk Produk ini, misal Storage bin, Kwantitas Pergerakan, Tanggal/Date dan Jenis, baris Pengiriman atau penerimaan, baris Inventori Phisik, baris Pergerakan atau baris Produksi.



Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi pengguna OPENBRAVO INDONESIA . ================
Agung BS
agung_bs@yahoo.com
Jakarta - Indonesia
================

Setup Business Partner di Openbravo

BUSINESS PARTNER

Window Business Partner di Openbravo digunakan untuk mendefinisikan dengan pihak mana dan siapa anda bertransaksi. Ini meliputi Customer, Vendor Dan Employee. Sebelum memasukkan atau import produk atau membeli produk, anda harus mendefinisikan Vendor anda. Demikian juga sebelum membuat Order , anda harus mendefinisikan Customer anda. Window ini menyimpan semua informasi tentang Business Partner anda , dan nilai-nilai yang dimasukkankan akan digunakan untuk menghasilkan semua dokumen-dokumen transaksi.

Gunakan tombol workflow atau klik-ganda pada menu Master Data Management > Business Partner untuk membuka Window Business Partner .

Masukkan Search Key (Kunci Pencarian) dan Nama Business Partner, dan Greeting ( Title ) jika anda inginkan. Centang Cek-box Active untuk menunjukkan bahwa Business Partner ini adalah Aktip. Centang cek-box Summary level jika record ini akan digunakan sebagai ringkasan Business Partner.

Customer

Jika anda ingin Business Partner anda untuk menjadi Customer, silahkan klik pada Tab Customer dan Masukkan nilai-nilai yang sesuai:


Pastikan bahwa anda mencentang cek-box Customer.
Anda dapat memilih nilai-nilai untuk bidang yang berikut:
Invoice Term (Termin Faktur), Invoice Schedule (Jadwal Faktur), Delvery Term (Termin Pengantaran), Delivery Method (Metode Pengantaran) dan Price List (Daftar Harga). Ini akan digunakan sebagai nilai default ketika anda memasukkan Sales Order atay Customer Invoice untuk Business Partner (untuk parameter parameter tersebut).
Anda juga dapat memasukkan Credit Limit, Bank Account, dan Tax Category untuk Business Partner ini.

Vendor

Jika anda ingin Business Partner anda untuk menjadi Vendor, silahkan klik pada Tab Vendor dan Masukkan nilai-nilai yang sesuai:


Pastikan bahwa anda memilih Cek-box Vendor.
Anda dapat memilih nilai-nilai untuk bidang yang berikut: Payment Rule (Aturan pembayaran), Purchase Pricelist (daftar harga pembelian), PO Payment Term (termin pembayaran PO), Tax Category.

Employee

Jika Business Partner anda adalah seorang, anda dapat mendandainya melalui Tab Employee dan Masukkan nilai-nilai yang sesuai yang dibutuhkan:



Pastikan bahwa anda memilih Cek-box Employee. Anda juga bisa menandai Business Partner ini sebagai Sales Representative (Wakil Penjualan) dengan mencentang cek-box yang sesuai.

Bank Account

Untuk memasukkan informasi Bank untuk Business Partner anda , klik pada Tab Bank Account dan masukkan nilai-nilai yang sesuai:





Anda dapat memasukkan bidang yang berikut: Account No, Swift Code, Bank Name, Name, City , Postal Code, State. Bidang opsional yang lain adalah: Driver Lisense, account Email, Social Security No dan Zip Verified.


Business Partner Location / Address

Untuk memasukkan Informasi Lokasi atau Address untuk Business Partner anda , klik pada Tab Location/Address dan Masukkan nilai-nilai yang sesuai:


Field Location/Address adalah wajib, bidang berikut ini adalah opsional: Nama, Telepon, Fax, 2Nd Telepon, ISDN, Sales Region.

Cek-box berikut ini dapat anda pilih sesuai dengan pada tujuan yang anda inginkan untuk Address/alamat yang akan yang digunakan untuk: Ship-To Address, Pay-From Address, Bill-To Address, Remit-To Address. Didalam contoh kita isi: 1st Line: Jl. HR Rasuna Said, 2nd Line: Kuningan, City: Jakarta, Country: Indonesia.











User/Contact

Untuk memasukkan Informasi User/Contact untuk Business Partner anda, klik pada tab User/Contactdan Masukkan nilai-nilai yang sesuai:


Anda harus memasukkan Nama untuk Kontak ke dalam bidang yang sesuai.
Sedangkan bidang berikut ini adalah opsional: Title, Title, Description, Telephone, Fax, Birthday, Comment, Partner Address, Alternative Telephone, Email, Password, Last Contact dan Last result dirawat oleh Sistem.

Area Of Interest

Interest area membuat dasar untuk Customer Relationship Management (Manajemen Hubungan Customer) yang memungkinkan bagi anda untuk mengatur Email atau daftar distribusi untuk tujuan pemasaran (sebagai contoh, laporan berkala dll.).


Untuk memasukkan daftar user yang berlangganan pada area of interest ini klik pada tab Subscribsion dan masukkan nama user yang diinginkan.

Untuk menambahkan user klik new, dan isikan semua user/kontak yang diinginkan.


Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi pengguna OPENBRAVO INDONESIA . ================
Agung Budi Santosa.
agung_bs@yahoo.com
Jakarta - Indonesia
================
Baca Juga : Setup Product di Openbravo