Welcome To blog.alphamedia.co.id

This blog is in Indonesian Language, to read in English please use google translate
-------------------------------------------------------------------------
Assalamu allaikum Wr Wb
Selamat datang di blog.alphamedia.co.id, tempat untuk berbagi informasi tentang Open source ERP (Enterprise Resource Planning), khususnya Compiere, Adempiere dan OpenBravo. Semoga informasi yang ada di blog ini, bisa bermanfaat.
Wassalam
Agung Budi Santosa
.>>> [ BACK TO HOME ] <<<.

Wednesday, December 14, 2011

ADempiere For Manufacturing II

PRODUCTION COSTING

Di ADempiere saat ini sudah tersedia Manufacturing Management yang dapat mengakomodasi secara lengkap kebutuhan shopfloor control di area Produksi. Akan tetapi tidak semua manufacture (khususnya di Indonesia) memiliki resource dan SDM yang cukup untuk mengelola shopfloor control, sehingga banyak juga perusahaan manufacture yang memilih untuk mengelola transaksi produksi secara lebih "sederhana" yaitu dengan menggunakan fitur "Production" di Adempiere.
Fitur "Production" sendiri sebenarnya lebih ditujukan untuk melakukan "Assembly" atau "Kitting" suatu produk sehingga tidak ada komponen biaya yang diserap dalam transaksi produksi.

Untuk mengatasi hal ini ada sedikit trik yang bisa kita lakukan yang akan saya jelaskan berikut ini:

Didalam biaya produksi perusahaan manufacture, biasanya ada 4(dua) kelompok komponen biaya, yaitu:
a. Direct Material, merupakan biaya komponen langsung (direct) produksi yang digunakan untuk menyusun produk barang jadi / Finish good, dimana ini biasanya dimasukkan didalam Bill OF Material.
b. Indirect Material, merupakan biaya komponen tidak langsung bagi suatu proses produksi
c. Factory Overhead, ini merupakan biaya biaya untuk operasional produksi seperti: biaya mesin, biaya listrik, biaya sewa area produksi, dan lain lain.
d. Direct Labor Cost, ini merupakan biaya biaya untuk karyawan produksi, meliputi gaji pokok karyawan produksi, uang lembur produksi, uang makan, dan tunjangan untuk karyawan produksi.

Untuk biaya "Direct Material" umumnya bisa langsung diketahui karena kita terjadi transaksi produksi, sudah bisa dihitung berapa komponen yang diserap didalam proses produksi.

Sementara biaya biaya Indirect material, Factory Overhead, dan Direct labor Cost biasanya hanya diketahui pada akhir bulan (kecuali untuk perusahaan yang membayar biaya produksi seperti gaji dll secara harian ). Sementara kita harus menghitung komponen biaya kedalam produk Barang Jadi yang kita buat, dimana ketika dilakukan penjualan kita bisa mendapatkan perkiraan harga HPP serta margin nya dll.

Untuk tujuan itu kita bisa melakukan beberapa pendekatan, diantaranya adalah  pendekatan menggunakan penghitungan perkiraan harga HPP dengan metode "Standard Cost"

Untuk itu kita memerlukan beberapa Akun yang harus kita siapkan sebagai berikut:
1. Akun "Standard Factory Overhead", letakkan dibawah HPP (kepala 5)
2. Akun "Standard Direct Labor Cost", lettakkan dibawah HPP (kepala 5)
3. Buat summary Level "Factory Overhead" dibawah HPP, dan buat akun akun komponen yang menyusunnya, seperti biaya listrik, biaya mesin, dll
4. Buat summary Level "Direct Labor Cost, dibawah HPP, dan buat akun akun komponen yang menyusunnya, seperti biaya gaji karyawan produksi, uang lembur, uang makan, tunjangan dll



Selanjutnya buat dua buah product dengan type "Resource" dengan nama:
1. Product: Standard Factory Overhead, dan arah kan akunnya ke akun "Standard Factory Overhead" yang sudah kita buat diatas.
2. Product: Standard Direct Labor Cost, dan arahkan akunnya ke akun "Standard Drect Labor Cost" yang sudah kita bahas diatas.

Selanjutnya masukkan kedua produk ini kedalam Bill Of Material masing masing Product Finish Goods anda.  Dan lakukan transksi produksi seperti biasa.
 

Nilai dari "Standard Factory Overhead" & "Standard Direct Labor Cost" bisa diambil budget perusahaan untuk cost tersebut, bisa dari historical data (biaya bulan lalu), atau bisa dari biaya average sebelumnya.

Selanjutnya jalankan transaksi production adan seperti biasa, dan accounting entrynya kurang lebih akan seperti ini:


Transaksi diatas akan melakukan "booking" biaya Factory Overhead dan Direct Labor cost dengan biaya standard, dimana nantinya akan di tutup dengan biaya actual (pada akhir bulan).

Selanjutnya pada tiap akhir bulan anda biasanya sudah memiliki data biaya biaya aktual (actual cost) yang dikeluarkan untuk produksi untuk bulan terkait, Sehingga anda bisa melakukan transkasi biaya tersebut dengan mengarahkan kepada akun biaya yang sudah anda buat dibawah HPP (anda bisa menggunakan charge untuk keperluan tersebut) :
Sebagai contoh kita akan melakukan transkasi biaya gaji karyawan dan operasional mesin sebagai berikut:



Pada saat transaksi aktuall biaya biaya dimasukkan, bisa jadi nilainya sama dengan standard cost, lebih besar, atau mungkin lebih kecil. Dimana perbedaan antara Standard Cost dan Actual cost disini akan menjadi Varian yang harus dimaintain se minimal mungkin agar standard cost bisa mendekati actual cost.

Selain melakukan transaksi biaya aktual, biasanya anda juga harus melakukan transkaksi untuk "Indirect Material" serta biaya lain lain.

Ketika terjadi transkasi penjualan, ADempiere akan melakukan posting kembali nilai HPP nya kedalam akun HPP Product, sehingga pada akhir transaksi total direct cost produki adalah total direct cost HPP (dari transksi penjualan) ditambah Varian.
Ilustrasinya dapat dilihat pada report berikut:
Sedangkan untuk total HPP adalah total direct cost ditambah total indirect cost serta other cost (biaya lain lain).

Perlu dicatat bahwa perhitungan Costing pada Transaksi sebenarnya jauh lebih rumit dan kompleks. Dan pada ulasan diatas transaksi disederhanakan agar mudah dipahami dan bisa menjadi gambaran bagaimana menyiasati transaksi produksi dengan menyertakan biaya produksi.

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi pengguna ADEMPIERE INDONESIA .

Salam ERP

Agung Budi Santosa
agung_bs@yahoo.com
Jakarta - Indonesia

1 comment:

Itupoker.com Agen Poker Online Indonesia Terpercaya said...

Karya tulis yang sangat menarik nih pak agung....terima kasih atas ilmu2nya.